zonamerdeka.com - Ibuprofen merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
Ibuprofen digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang, dan membantu meredakan gejala radang sendi (osteoarthritis, rheumatoid arthritis, atau juvenile arthritis), seperti peradangan, pembengkakan, kekakuan, dan nyeri sendi.
Ibuprofen ini tidak menyembuhkan radang sendi dan hanya akan membantu selama terus diminum.
Ibuprofen dapat digunakan untuk mengobati demam, kram menstruasi, dan kondisi lain yang ditentukan oleh dokter Anda.
Ibuprofen bisa menyebabkan pendarahan di perut atau usus tanpa menunjukkan tanda peringatan yang jelas peringatan dari Mayo Clinic.
Saat ini para ahli juga mengungkap bahwa menggabungkan ibuprofen dengan suplemen tertentu bisa memicu pendarahan di otak dan menyebabkan stroke.
Ibuprofen menyebabkan pendarahan, karena menurunkan jumlah prostaglandin yang diproduksi.
Hal ini berarti kerusakan lambung seperti pendarahan dan tukak lambung serta usus adalah efek samping yang mungkin terjadi.
Kasus lansia yang mengalami pendarahan di otak karena ibuprofen, karena dicampur dengan minum herbal yang mengandung ginkgo giloba.
Jurnal medis Atherosclerosis tahun 2013 melaporkan bahwa pernah terjadi kasus perdarahan massal intraserebral yang fatal pada seorang pria berusia 71 tahun yang telah mengonsumsi ekstrak ginkgo biloba bersamaan dengan ibuprofen. Lansia tersebut meninggal karena perdarahan intraserebral akibat minum ibuprofen selama empat pekan berbarengan dengan konsumsi ekstrak ginkgo biloba selama dua tahun.
National Heath Service (NHS) atau layanan kesehatan Inggris mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat herbal dicampur dengan ibuprofen.
Herbal yang dimaksud adalah ginkgo giloba.
Hal ini karena bisa meningkatkan kemungkinan pendarahan.
NHS juga tak yakin obat herbal lain akan aman dikonsumsi dengan ibuprofen.
Begitulah penggunaan penjelasan tentang ibuprofen yang dapat menyebabkan pendarahan di otak. [Lilis]